Postingan

Menerima Diri Sendiri

Beberapa hari belakangan aku  seringkali memutar sebuah lagu yg di nyanyikan oleh yura yunita dengan judul "Tutur Batin". Dan entah kenapa lagu nya ini bisa jadi playlist favorit aku, tanpa tahu isi lirik nya gimana.  Pas malam aku mutar lagi, aku iseng nyari makna lagu ini sebenarnya apa. Dari situ aku langsung diam, tertunduk, hingga menangis di dalam hati. Kenapa bisa seorang Yura ciptain sekaligus nyanyiin lagu yang seperti ini. Disitu aku makin nangis. Aku ga nyangka ternyata beberapa hari ini isi pikiran aku terdistract dengan lagu yg ternyata relate sama kejadian yang sedang aku alami.  Sejujurnya aku tidak pernah merasa seperti ini, merasa sulit untuk menerima kekurangan diri. Terusik dengan omongan beberapa org yg membuat standar cantik yang seharusnya itu tidak perlu ada. Padahal kita tau Tuhan menciptakan manusia dengan bentuk yang paling sempurna. Lantas mengapa manusia lebih mudah untuk membuat standar berbeda, yang tanpa mereka sadari itu dapat membuat terlu...

Batas

“Batas” adalah sebuah kata yang memiliki dua arti. Batas dapat berarti akhir, akhir dari sebuah perjalanan yang sebelumnya telah dimulai. Namun batas juga dapat berarti awal, awal perjalanan yang sebelumnya telah berakhir. Batas bukanlah alasan bagi seseorang untuk takut. Takut mengakhiri pada apa yang telah dimulai, juga takut pada apa yang akan dimulai. Bagi sebagian orang, batas adalah batas. Yang memisahkan beberapa kisah yang pada akhirnya memang harus selesai dan perlu dimulai kembali. Sebuah kisah memang terkadang hadir dengan beberapa fase, ada fase dimana tokoh utamanya mengalami kebahagiaan, kesedihan, hingga kehilangan. Hal  ini memang akan selalu hadir di setiap kisah perjalanan setiap orang. Sebuah kisah tidak akan utuh apabila hal tersebut tidak terjadi. Meskipun di setiap kisah, hal itu terjadi dengan getaran yang berbeda, dan waktu yang tak sama. ~Di setiap kisah akan selalu ada batas

Akankah Ini Menjadi Akhir Cerita

Rintik - rintik hujan itu terus saja jatuh, namun tak sedikitpun aku menggubrisnya. Aku tetap sibuk dengan pikiran yang daritadi menguasai otakku. Dengan tangan yang masih menggenggam handphone, headset yang tetap menggantung di kedua telinga. Aku termangu menatap seseorang yang saat ini ada di depanku. Tatapan hangat yang selama ini sangat kurindukan seketika hadir membawa begitu banyak cerita di saat aku mulai mencoba mengakhiri cerita yang masih membekas. Entah sudah berapa detik yang aku lewatkan. Dengan pikiran yang masih setengah sadar, aku mencoba untuk membuka mulut dan mulai menyapa namun terasa begitu kaku. Aku berusaha membetulkan posisi berdiri, dan usaha itu sia-sia. Kejanggalan itu tetap terasa. Terlintas dipikiranku untuk melangkah meninggalkan seseorang yang saat ini masih berdiri di hadapanku, namun kaki ini terasa begitu berat hingga akupun tak mampu untuk melangkah. Sebodoh inikah aku saat melihat sosoknya yang begitu nyata berada di hadapanku. Di dalam hati aku ma...

Parfumnya yang Mulai Menghilang

Aroma parfum yang selalu ia ingat, sekarang perlahan mulai menghilang. Sudah hampir 2 bulan, ia tak lagi merasakan aroma itu. Aroma yang selalu membawanya pada kenangan-kenangan yang pernah ia jalani bersama seseorang yang dulu begitu berharga. Awalnya ia hanya menyukainya agar ia bisa selalu ingat pada pemilik aroma tersebut. Namun, lama kelamaan menjadi sebuah halusinasi yang selalu muncul saat ia mengingat seseorang yang dulu memiliki tempat yang yang begitu spesial di hatinya itu. Akankah ini menjadi langkah awal yang bisa membuatnya untuk move on. Ia sangat ingin melakukannya namun masih belum memiliki keberanian. Sebenarnya ia hanya takut untuk mencobanya, karena ia selalu berpikir bahwa ia akan bahagia apabila menjadi pendamping hidupnya. 

Kau tak Perlu Menjauh

Kukira jika aku menahan perasaan ini lebih lama, mimpi itu akan menjadi kenyataan. Tapi sebanyak apa pun aku menutup mata dan telinga, dan sekeras apa pun aku melawannya. Kenyataan itu tetap berdiri di tempatnya. Dan di saat segalanya terungkap aku tak tahu apa yang akan terjadi. Namun kamu tak perlu menjauh, karena aku sudah tahu bagaimana berjalan mundur.

Hanya Sosokmu yang Selalu Hadir

Saat ku putar lagu "hold on till may", aku selalu merasa kau ada di dekatku. Entah apa yang terasa dekat. Namun ku merasa tak ada batas di antara kita. Meskipun sebenarnya kita tak pernah saling mendekat. Lagu yang berdengung saat ini di telinga ku begitu hangat kurasakan hingga aku merasa sendiri. Namun lagu ini begitu nikmat didengar hingga aku pun tak ingin beranjak sedikitpun untuk melewati bait demi bait lirik dalam lagu ini. Aku selalu merasa bahagia saat aku bisa menghabiskan beberapa menit waktukku untuk mendengarkannya. Semoga lagu ini bisa membuatku merasa sedikit lebih baik, hingga dapat mengobati kerinduanku terhadapmu. Apabila waktu bisa kuulang, maka tak akan kubiarkan perasaan ini hadir. Aku akan memilih untuk perlahan pergi menjauh. Menjauhi perasaan terhadap seseorang yang tak semestinya kucinta.

November Pertama

Aku mengira ini hanya perasaan sesaat, namun semakin aku ingin melupakannya perasaan itu semakin erat tak mau pergi. Apakah dengan begini aku benar-benar bisa melupakanmu? Aku tak ingin lagi meneruskan tulisan ini, karena hanya akan membuat aku mengingat semua  memori yang selalu terekam di otakku. Memori yang selalu membuatku terperangkap pada masa lalu yang tak pernah kamu sadari. Sekarang, aku hanya bisa menatap langit-langit kamar yang sejak tadi hanya dapat membisu saat aku mulai sibuk dengan pikiranku. Tak ada yang bisa mencegah otakku untuk berpikir. Memikirkan masa depan yang akan kuhadapi meskipun tanpa kamu disisiku.