Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Hanya Sosokmu yang Selalu Hadir

Saat ku putar lagu "hold on till may", aku selalu merasa kau ada di dekatku. Entah apa yang terasa dekat. Namun ku merasa tak ada batas di antara kita. Meskipun sebenarnya kita tak pernah saling mendekat. Lagu yang berdengung saat ini di telinga ku begitu hangat kurasakan hingga aku merasa sendiri. Namun lagu ini begitu nikmat didengar hingga aku pun tak ingin beranjak sedikitpun untuk melewati bait demi bait lirik dalam lagu ini. Aku selalu merasa bahagia saat aku bisa menghabiskan beberapa menit waktukku untuk mendengarkannya. Semoga lagu ini bisa membuatku merasa sedikit lebih baik, hingga dapat mengobati kerinduanku terhadapmu. Apabila waktu bisa kuulang, maka tak akan kubiarkan perasaan ini hadir. Aku akan memilih untuk perlahan pergi menjauh. Menjauhi perasaan terhadap seseorang yang tak semestinya kucinta.

November Pertama

Aku mengira ini hanya perasaan sesaat, namun semakin aku ingin melupakannya perasaan itu semakin erat tak mau pergi. Apakah dengan begini aku benar-benar bisa melupakanmu? Aku tak ingin lagi meneruskan tulisan ini, karena hanya akan membuat aku mengingat semua  memori yang selalu terekam di otakku. Memori yang selalu membuatku terperangkap pada masa lalu yang tak pernah kamu sadari. Sekarang, aku hanya bisa menatap langit-langit kamar yang sejak tadi hanya dapat membisu saat aku mulai sibuk dengan pikiranku. Tak ada yang bisa mencegah otakku untuk berpikir. Memikirkan masa depan yang akan kuhadapi meskipun tanpa kamu disisiku.

Starting

Membohongi perasaan sendiri itu memanglah sulit. Namun akan tetap kulakukan, hanya itulah satu-satunya cara agar penantian ini berakhir. Aku tak ingin memulainya lagi. Semua itu terlalu cepat terjadi. Tak sanggup untuk mengingat segala kenangan itu. Aku terlalu egois. Membiarkan pikiranku terbius pada perasaan-perasaan bodoh yang kuciptakan sendiri. Perasaan yang biasa dirasakan seorang anak SMA. Namun terlalu serius untuk ditanggapi. Kupikir perasaan ini dapat mendewasakanku. Ternyata aku salah, perasaan ini malah membuatku menjadi kekanak-kanakan. Tak ada waktu yang paling berharga selain waktu bersamanya. Aku sungguh dibuat gila dengan perasaan ini. Hingga dua tahun kurasakan ini. Dan sekarang aku akan mulai untuk mengubur dalam-dalam perasaan yang pernah kuciptakan ini. Aku tak ingin hari-hariku di warnai dengan rasa penasaran. Aku tak ingin lagi menebak nebak perasaannya terhadapku. Hanya waktu yang dapat menjawabnya.

Wheel The Wrong

Apa kalian pernah menunggu? Apa kalian pernah merasa lelah? Apa kalian merasakan itu adalah serpihan harapan? Kita pernah mengalami apa yang telah kusebutkan sebelumnya. Kita tak pernah berharap itu terjadi. Ya, semua itu memang sebuah kesalahan. Kesalahan yang pernah terjadi di dalam hidup ini. Kita menunggu seseorang yang sampai saat ini tak kunjung datang. Kita merasa lelah karena menunggu. Namun, kita juga merasa masih ada serpihan harapan. Itu memang sebuah kesalahan yang kita ciptakan sendiri. Kadang kita tak mengerti mengapa siklus yang dialami harus seperti ini. Yang membuat kita selalu mengulangi kesalahan yang sama. Sekarang, di tempat yang sama aku merasakan lelah. Lelah yang pernah kurasakan sebelumnya. Aku lelah meyakini diriku sendiri untuk melepaskan perasaan ini. Aku lelah karena harus melewati ini sendiri. Aku lelah karena harus menyerah dan berhenti mencintaimu untuk yang kesekian kali.

A FAULT

Apakah ini karena aku terlalu sibuk mengejar seseorang yang tak mencintaiku? Hingga aku tak mampu melihat cinta yang datang dari matamu. Maaf kalau aku memang terlalu buta pada hal itu. Saat ini aku memang tak bisa melihat dengan jelas cinta itu dimatamu. Namun suatu saat aku pasti akan bisa merasakan sayang yang tulus dari hatimu. Yang dapat membuatku benar-benar bisa melepaskan dan melupakan seseorang yang selama ini aku kejar tanpa henti. Maaf, aku terlalu bodoh mengabaikan cinta yang pernah kau berikan untuk hati yang tak pernah terisi oleh apapun ini. Hati ini memang tak pernah terisi oleh apapun. Karena aku membiarkannya kosong dan sengaja aku siapkan untuk seseorang yang telah membuatku sadar bahwa ia memang bukan seseorang yang dapat kupaksakan untuk mencintaiku. Ya cinta memang tak dapat dipaksakan. Karena bila dipaksakan cinta itu akan amat melukai hati siapapun.   Maaf karena aku telah membuat kesalahan.

Keraguan

Gambar
Aku sering meragukan banyak hal, dimulai dari hal biasa hingga hal yang tak seharusnya kuragukan. Keraguan itu muncul semata-mata karena menuruti kerja otakku yang sedang dalam masa sulit. Namun, butuh waktu lama untukku menyadari hal itu. Kesepian, mungkin itu salah satu alasan mengapa aku begitu sering meragukan banyak hal. Aku tak dapat berpikir dengan jernih saat aku sendirian. Aku masih belum merasakan sesuatu yang sudah seharusnya aku rasakan. Dan hingga saat ini aku masih meragukan satu hal. CINTA. Aku masih meragukan cinta. Aku ragu bahwa sekarang aku sedang merasakannya. Aku tak merasakan happy ending pada akhir ceritanya. Aku juga tak kunjung melihat pangeran berkuda yang putih menghampiriku untuk menyatakan cinta.   Apakah cinta tak semudah ini untuk dirasakan? Apakah cinta hanya sebagai pelampiasan perasaan yang tak kunjung menemukan titik terang? Dan apakah cerita cinta hanya ada di negeri dongeng? Semua pertanyaan itu tak dapat dijawab hingga...

You

Ini masih cerita yang sama, aku masih aku yang dulu begitu juga kamu. Aku masih bertahan pada hati yang sama dan kamu masih bertahan dengan sikap yang selalu membuatku tertarik. Ini kisah dua tahun lalu, saat pertama kali aku mendengar namamu dan melihatmu. Aku adalah seorang gadis SMA yang biasa-biasa saja, tak ada yang istimewa dari diriku. Aku tak lagi menggeluti bidang seni seperti saat aku SD. Padahal dari seni lah aku dapat mengenal lebih dari puluhan orang di 33 provinsi di Indonesia. Aku juga tak lagi latihan menari seperti dulu. Namun, inilah aku. Aku telah tumbuh dewasa menjadi gadis SMA. SMA mengubah diriku begitu cepat. Lambat laun aku merasakan banyak yang berbeda dari SD maupun SMP. Dulu aku belum bisa merasakan hebatnya suatu hubungan. Ya. Aku merasakan hebatnya hubungan pertemanan di masa-masa aku SMA. Aku memiliki banyak teman di SMA. Dan aku memiliki dua orang sahabat saat itu. Mereka membuatku merasakan indahnya dunia saat dirasakan bersama. Kami selalu ...

Mencintaimu Tanpa Alasan

Aku selalu saja terdiam saat mendengarkan lagu ini. Lagu ini menghantarkan hati dan pikiranku ke sebuah memori yang tersimpan di otakku. Perjalanan cinta memang tak selalu berakhir bahagia. Namun, sebuah lagu yang sedari tadi kudengar yang membuatku tetap bertahan. Cinta tak hanya membutakan tapi juga memabukkan bagi orang-orang yang merasakannya. Ya. Termasuk aku. Aku telah dibuat buta oleh satu kata ini, yaitu CINTA. Tak butuh waktu lama untuk membuatku jatuh cinta pada lelaki berkulit sawo matang ini. Sikapnya yang sederhana dan apa adanya itu telah membuat aku untuk pertama kalinya merasakan cinta yang teramat dalam. Mungkin jika kamu baca tulisan ini, kamu tak akan pernah percaya bahwa aku pernah terpuruk dalam lembah cinta. Cinta tak memilih sasaran, siapapun bisa menjadi korbannya. Cinta juga tak melihat jarak, dimanapun orangnya semua orang memiliki kemungkinan yang sama. Aku hanya bisa pasrah, aku tak mungkin menyalahkan keadaan. Aku hanyalah seorang m...

Brondong Dua Belas Hari

Berjuang, berdiam menunggu adalah bagian dari perjuangan. Dan menunggu itulah yang selama ini kulakukan untuk memperjuangkanmu. Aku menatap layar laptop yang dari beberapa waktu yang lalu kubiarkan hidup, ku tatap dalam-dalam. Berharap aku memiliki keberanian untuk menuliskan sebait kalimat yang menurutku itu menggambarkan dirimu. Jentikkan jemari perlahan menghiasi suasana kamar yang awalnya sunyi. Sedikit demi sedikit layar microsoft word terisi. Dengan kepercayaan diri yang masih belum terkumpul sempurna, kuberusaha mengingat kenangan yang pernah kulalui bersamamu, kenangan yang berstatuskan sebagai teman sekelas. Hari ini, aku melihatmu di kelas dan aku masih tak berani menyapamu lebih dulu, meskipun kamu telah menjadi teman sekelasku. Awalnya aku masih belum mempercayai aku bisa sekelas denganmu. Menjadi teman sekelas bukanlah harapan yang pernah kuucapkan dalam setiap doa. Namun, itulah yang terjadi. Tak ada yang tahu itu bakal terjadi. Teman sekelas, status itu ...