Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

You

Ini masih cerita yang sama, aku masih aku yang dulu begitu juga kamu. Aku masih bertahan pada hati yang sama dan kamu masih bertahan dengan sikap yang selalu membuatku tertarik. Ini kisah dua tahun lalu, saat pertama kali aku mendengar namamu dan melihatmu. Aku adalah seorang gadis SMA yang biasa-biasa saja, tak ada yang istimewa dari diriku. Aku tak lagi menggeluti bidang seni seperti saat aku SD. Padahal dari seni lah aku dapat mengenal lebih dari puluhan orang di 33 provinsi di Indonesia. Aku juga tak lagi latihan menari seperti dulu. Namun, inilah aku. Aku telah tumbuh dewasa menjadi gadis SMA. SMA mengubah diriku begitu cepat. Lambat laun aku merasakan banyak yang berbeda dari SD maupun SMP. Dulu aku belum bisa merasakan hebatnya suatu hubungan. Ya. Aku merasakan hebatnya hubungan pertemanan di masa-masa aku SMA. Aku memiliki banyak teman di SMA. Dan aku memiliki dua orang sahabat saat itu. Mereka membuatku merasakan indahnya dunia saat dirasakan bersama. Kami selalu ...

Mencintaimu Tanpa Alasan

Aku selalu saja terdiam saat mendengarkan lagu ini. Lagu ini menghantarkan hati dan pikiranku ke sebuah memori yang tersimpan di otakku. Perjalanan cinta memang tak selalu berakhir bahagia. Namun, sebuah lagu yang sedari tadi kudengar yang membuatku tetap bertahan. Cinta tak hanya membutakan tapi juga memabukkan bagi orang-orang yang merasakannya. Ya. Termasuk aku. Aku telah dibuat buta oleh satu kata ini, yaitu CINTA. Tak butuh waktu lama untuk membuatku jatuh cinta pada lelaki berkulit sawo matang ini. Sikapnya yang sederhana dan apa adanya itu telah membuat aku untuk pertama kalinya merasakan cinta yang teramat dalam. Mungkin jika kamu baca tulisan ini, kamu tak akan pernah percaya bahwa aku pernah terpuruk dalam lembah cinta. Cinta tak memilih sasaran, siapapun bisa menjadi korbannya. Cinta juga tak melihat jarak, dimanapun orangnya semua orang memiliki kemungkinan yang sama. Aku hanya bisa pasrah, aku tak mungkin menyalahkan keadaan. Aku hanyalah seorang m...

Brondong Dua Belas Hari

Berjuang, berdiam menunggu adalah bagian dari perjuangan. Dan menunggu itulah yang selama ini kulakukan untuk memperjuangkanmu. Aku menatap layar laptop yang dari beberapa waktu yang lalu kubiarkan hidup, ku tatap dalam-dalam. Berharap aku memiliki keberanian untuk menuliskan sebait kalimat yang menurutku itu menggambarkan dirimu. Jentikkan jemari perlahan menghiasi suasana kamar yang awalnya sunyi. Sedikit demi sedikit layar microsoft word terisi. Dengan kepercayaan diri yang masih belum terkumpul sempurna, kuberusaha mengingat kenangan yang pernah kulalui bersamamu, kenangan yang berstatuskan sebagai teman sekelas. Hari ini, aku melihatmu di kelas dan aku masih tak berani menyapamu lebih dulu, meskipun kamu telah menjadi teman sekelasku. Awalnya aku masih belum mempercayai aku bisa sekelas denganmu. Menjadi teman sekelas bukanlah harapan yang pernah kuucapkan dalam setiap doa. Namun, itulah yang terjadi. Tak ada yang tahu itu bakal terjadi. Teman sekelas, status itu ...

test ~

testing .. first post ..