November Pertama
Aku mengira ini hanya perasaan sesaat, namun semakin aku ingin melupakannya perasaan itu semakin erat tak mau pergi. Apakah dengan begini aku benar-benar bisa melupakanmu? Aku tak ingin lagi meneruskan tulisan ini, karena hanya akan membuat aku mengingat semua memori yang selalu terekam di otakku. Memori yang selalu membuatku terperangkap pada masa lalu yang tak pernah kamu sadari. Sekarang, aku hanya bisa menatap langit-langit kamar yang sejak tadi hanya dapat membisu saat aku mulai sibuk dengan pikiranku. Tak ada yang bisa mencegah otakku untuk berpikir. Memikirkan masa depan yang akan kuhadapi meskipun tanpa kamu disisiku.