Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

November Pertama

Aku mengira ini hanya perasaan sesaat, namun semakin aku ingin melupakannya perasaan itu semakin erat tak mau pergi. Apakah dengan begini aku benar-benar bisa melupakanmu? Aku tak ingin lagi meneruskan tulisan ini, karena hanya akan membuat aku mengingat semua  memori yang selalu terekam di otakku. Memori yang selalu membuatku terperangkap pada masa lalu yang tak pernah kamu sadari. Sekarang, aku hanya bisa menatap langit-langit kamar yang sejak tadi hanya dapat membisu saat aku mulai sibuk dengan pikiranku. Tak ada yang bisa mencegah otakku untuk berpikir. Memikirkan masa depan yang akan kuhadapi meskipun tanpa kamu disisiku.

Starting

Membohongi perasaan sendiri itu memanglah sulit. Namun akan tetap kulakukan, hanya itulah satu-satunya cara agar penantian ini berakhir. Aku tak ingin memulainya lagi. Semua itu terlalu cepat terjadi. Tak sanggup untuk mengingat segala kenangan itu. Aku terlalu egois. Membiarkan pikiranku terbius pada perasaan-perasaan bodoh yang kuciptakan sendiri. Perasaan yang biasa dirasakan seorang anak SMA. Namun terlalu serius untuk ditanggapi. Kupikir perasaan ini dapat mendewasakanku. Ternyata aku salah, perasaan ini malah membuatku menjadi kekanak-kanakan. Tak ada waktu yang paling berharga selain waktu bersamanya. Aku sungguh dibuat gila dengan perasaan ini. Hingga dua tahun kurasakan ini. Dan sekarang aku akan mulai untuk mengubur dalam-dalam perasaan yang pernah kuciptakan ini. Aku tak ingin hari-hariku di warnai dengan rasa penasaran. Aku tak ingin lagi menebak nebak perasaannya terhadapku. Hanya waktu yang dapat menjawabnya.