Keraguan
Aku sering meragukan banyak hal,
dimulai dari hal biasa hingga hal yang tak seharusnya kuragukan. Keraguan itu
muncul semata-mata karena menuruti kerja otakku yang sedang dalam masa sulit. Namun,
butuh waktu lama untukku menyadari hal itu.
Kesepian, mungkin itu salah satu
alasan mengapa aku begitu sering meragukan banyak hal. Aku tak dapat berpikir
dengan jernih saat aku sendirian. Aku masih belum merasakan sesuatu yang sudah
seharusnya aku rasakan. Dan hingga saat ini aku masih meragukan satu hal. CINTA.
Aku masih meragukan cinta. Aku ragu bahwa sekarang aku sedang merasakannya. Aku tak merasakan happy ending pada akhir ceritanya. Aku juga tak kunjung melihat pangeran berkuda yang putih menghampiriku untuk menyatakan cinta.
Apakah cinta tak semudah ini untuk dirasakan?
Apakah cinta hanya sebagai pelampiasan perasaan yang tak kunjung menemukan titik terang?
Dan apakah cerita cinta hanya ada di negeri dongeng?
Semua pertanyaan itu tak dapat dijawab hingga kita sendiri yang merasakannya.
Saat ini aku merasakannya. Namun, ini tak seperti yang biasa orang rasakan. Aku menyukainya tanpa harus ia tahu itu. Aku mencintainya tanpa harus ia membalasnya. Hal ini yang membuat ceritanya berbeda. Karena hanya ada pemeran tunggal pada cerita ini. Aku bahagia dengan peran yang diberikan. Aku harus yakin bahwa suatu saat ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan. Namun melepaskannya bukan akhir dari dunia.

Komentar
Posting Komentar