Mencintaimu Tanpa Alasan





Aku selalu saja terdiam saat mendengarkan lagu ini. Lagu ini menghantarkan hati dan pikiranku ke sebuah memori yang tersimpan di otakku. Perjalanan cinta memang tak selalu berakhir bahagia. Namun, sebuah lagu yang sedari tadi kudengar yang membuatku tetap bertahan. Cinta tak hanya membutakan tapi juga memabukkan bagi orang-orang yang merasakannya. Ya. Termasuk aku. Aku telah dibuat buta oleh satu kata ini, yaitu CINTA.


Tak butuh waktu lama untuk membuatku jatuh cinta pada lelaki berkulit sawo matang ini. Sikapnya yang sederhana dan apa adanya itu telah membuat aku untuk pertama kalinya merasakan cinta yang teramat dalam. Mungkin jika kamu baca tulisan ini, kamu tak akan pernah percaya bahwa aku pernah terpuruk dalam lembah cinta.

Cinta tak memilih sasaran, siapapun bisa menjadi korbannya. Cinta juga tak melihat jarak, dimanapun orangnya semua orang memiliki kemungkinan yang sama. Aku hanya bisa pasrah, aku tak mungkin menyalahkan keadaan. Aku hanyalah seorang manusia biasa yang percaya dengan takdir.



Cahaya lampu kamar masih setia menemaniku untuk meneruskan tulisan ini. Lagi dan lagi jantungku berdegup kencang saat aku melihat sebuah potret yang tertancap di dinding kamarku yang pernah diabadikan di detik-detik akhir kita melewati masa SMA. Aku tak pernah membayangkan bahwa itu adalah foto pertama dan terakhir untukku.

Aku tak pernah menyesali perkenalan kita. Aku juga tak pernah menyesali kau hadir didalam hati ini dan bersemi sampai sekarang. Aku tak pernah membiarkan kamu layu. Kamu selalu kurawat dengan rasa sayang yang aku miliki. Tak ada rasa bosan saat aku merawat dan menjagamu agar tetap hidup. Kamu tak pernah tahu bahwa telah aku siapkan tempat paling indah dan paling rapi. Sebuah tempat yang tak akan pernah kubiarkan orang lain mengisinya.

Aku mencintaimu tanpa alasan, tanpa “karena” dan tanpa “tetapi”.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keraguan

Wheel The Wrong